Beranda Utama Sungai Jeruk Kena Limbah, Ikan Mati, Air PDAM Tercemar

Sungai Jeruk Kena Limbah, Ikan Mati, Air PDAM Tercemar

90
BAGIKAN

PUDINGBESAR, www.kabarbabel.com – Sungai Jeruk Desa Labu, Kecamatan Puding Besar diduga tercemar limbah pabrik sawit milik PT THEP yang berada di perbatasan desa Puding Besar dengan Desa Labu, Sabtu (3/3/2018). Kepala Desa Labu, Zainudin saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut.

Menurut dia, berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat terhadap, Sungai Jeruk diduga tercemar limbah sawit yang diduga milik PT THEP.

“Kejadian itu diketahui sekitar pukul 11.00 WIB dan setelah itu saya perintah Kadus untuk mengeceknya bersama sama aparat Pemdes,” ujarnya.

Atas dugaan pencemaran limbah sawit ke sungai jeruk menyebabkan ikan yang terdapat di sungai itu.

“Ade foto dikirim same ku, ikan di sungai itu mati. Soal banyak atau tidaknya, nanti akan dikroscek kembali‎. Tapi kalau dilihat dari foto itu, lumayan banyak juga ikan yang mati,” katanya.

Selain membuat ikan mati, limbah sawit yang diduga berasal dari PT THEP telah mencemari sumber air baku yang digunakan PDAM setempat.

“Tadi orang dari PDAM ‎sempat kroscek ke lapangan mengingat sumber air baku yang digunakan PDAM kepada pelanggan setempat diambil dari Sungai Jeruk,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang ia terima, limbah tersebut sampai mencemari sungai jeruk dikarenakan kolam waduk/ipal milik perusahaan itu mengalami longsor sehingga limbah yang tertampung di dalam kolam itu masuk dan mencemari Sungai Jeruk.

“Waktu saya dapat telpon dari orang PDAM, itu ada semacam longsor dari kolam waduk/ipal. Tapi tadi sudah diantisipasi secara manual karena tadi belum ada alat berat,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk yang ketiga kalinya Sungai Jeruk desa setempat tercemar limbah sawit dan membuat ikan di sungai tersebut keracunan lalu mati.

Atas kejadian ini, pemerintah desa setempat akan menyurati ‎PT THEP terkait dugaan pencemaran limbah sawit perusahaan tersebut ke Sungai Jeruk desa setempat untuk ditindaklanjuti.

“Surat tersebut akan ditebuskan ke Bupati Bangka dan DPRD Bangka dengan tujuan agar ditindaklanjuti ‎perusahaan itu,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkung‎an Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Meinalina saat dikonfirmasi terkait pencemaran sungai jeruk oleh limbah sawit yang diduga milik PT THEP mengaku pihaknya melalui staf pengawasan DLH sudah turun ke lapangan. Hal ini guna menindaklanjuti dugaan pencemaran tersebut.

“Kita sudah dari sana tadi lewat staf pengawasan kita. Berhubung pulang sudah sore, jadi belum buat laporan,” sebutnya. (kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here