Beranda Kriminalitas Kedapatan Nyabu, 2 Karyawan BUMN Ditangkap Polisi

Kedapatan Nyabu, 2 Karyawan BUMN Ditangkap Polisi

135
BAGIKAN
Konferensi Pers pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Bangka. (kbc)

PEMALI, www.kabarbabel.com – Dua orang karyawan PT Timah diringkus Satnarkoba Polres Bangka saat sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu di kediaman salah satu pelaku yang ada di perumahan Nias Air Ruay, Kecamatan Pemali, Minggu (25/2/2018) malam lalu.

Dua orang karyawan PT Timah tersebut adalah Lukman (32) warga perumahan Nias, Air Ruay, Kecamatan Pemali dan Ismadi (24) warga Pangkalpinang. Narkoba yang diduga jenis sabu yang dikonsumsi kedua karyawan PT Timah ini didapat dari Sudarwin yang diduga sebagai penyuplai barang haram tersebut.

Saat penggerebekan berlangsung, polisi berhasil mengamankan ketiga pelaku berikut barang bukti berupa alat hisap serta 2 bungkus plastik bening yang berisikan kristal putih yang diduga sabu. Kabag Ops Polres Bangka Kompol S. Sophian saat dikonfirmasi Jumat (2/3/2018) malam, membenarkan penangkapan ketiga pelaku tersebut.

Penangkapan tersebut bermula dari informasi yang diterima petugas dari masyarakat kalau dikediaman Lukman kerap dijadikan tempat untuk pesta narkoba. Atas informasi yang didapat, polisi langsung melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 21.00 WIB melakukan penggerebekan di kediaman Lukman.

“Saat digerebek, kedua pelaku ini sedang asik mengkonsumsi sabu,” ujarnya.

Usai digerebek, kedua pelaku mengakui jika barang haram tersebut diperoleh dari Sudarwin, warga Sri Menanti Sungailiat. Tanpa menunggu waktu, polisi langsung menuju kediaman Sudarwin dan dilakukan penggerebekan.

“‎Dari tangan Sd kita berhasil menemukan barang bukti berupa 2 bungkus plastik bening berisikan kristal warta putih yang diduga narkotika jenis sabu,” lanjutnya.

Sementara itu, tersangka Lukman dihadapan polisi membenarkan jika dirinya karyawan PT Timah yang berprofesi s‎ebagai kapten Kapal KIP milik PT Timah.

“Kalau pekerjaan saya sebagai Kapten Kapal di KIP PT Timah. Disitu saya sebagai penunjuk dimana titik-titik yang harus dikerjakan. Kalau sama IS ini saya memang satu tempat kerja, cuma beda posisi aja‎,” ujarnya.

Ia juga mengakui kalau saat ini dirinya ketergantungan dengan barang haram yang telah digunakan sejak setahun terakhir, “Kalau makai sudah satu tahun pak, aku cuma makai, dak pernah jual, biasa memang saya pesan barang itu (sabu) dari Sd,” lanjutnya. (kbc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here