Beranda Utama 2 PNS Pemkab Bangka Diinapkan ke Lapas Bukit Semut

2 PNS Pemkab Bangka Diinapkan ke Lapas Bukit Semut

1993
BAGIKAN
*Terkait Kasus Dugaan Korupsi Rehab Kolam Renang
SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – 2 orang pejabat PNS yang ada di lingkungan Pemkab Bangka dijebloskan Tim Pidsus Kejari Bangka ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Bukit Semut Klas II B Sungailiat, Senin (22/1/2018).
2 PNS yang dimaksud adalah tersangka Mh selaku PPK dan Es selaku PPTK yang diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi pada proyek rehabilitasi kolam renang Loka Tirta Bangka yang dikerjakan oleh PT Uli Jadiaman Indah tahun 2014 silam.
Kedua PNS ini akhirnya menyusul Direktur PT Uli Jadiaman Indah, tersangka Rh yang sudah terlebih dahulu dijebloskan ke dalam LP Bukit Semut Klas II B Sungailiat pada Selasa (15/1/2018) lalu.
Kasi Pidsus Kejari Bangka, M.F. Hasibuan saat dikonfirmasi sejumlah wartawan Senin (22/1/2018) sore membenarkan atas ditahannya dua PNS Pemkab Bangka ke dalam LP Bukit Semut oleh Tim Pidsus Kejari Bangka.
“Dua PNS yang kita tahan yakni tersangka Mh selaku PPK dan tersangka Es selaku PPTK pada proyek rehabilitasi kolam renang Loka Tirta Bangka‎ dan kita titipkan ke LP Bukit,” katanya.
Kedua PNS itu kata ditahan di LP Bukit Semut selama 20 hari kedepan untuk mempermudah penyidik pidsus Kejari Bangka melakukan proses penyidikan.
‎”Tujuannya agar proses penyidikannya cepat dan sesegara mungkin kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” ujarnya.
Ditambahkannya, kedua PNS tersebut dijerat pasal  2 jo pasal 18 Undang-Indang tipikor jo pasal 55 ayat 1 atau subsider pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.
Soal pengajuan penangguhan yang dilakukan kuasa hukum tersangka Mh kepada penyidik Pidsus, kata Hasibuan itu adalah haknya seorang tersangka untuk mengajukan penangguhan penahanan yang diatur dalam Undang-Undang.
“Tapi nanti kita lihat, apakah pengajuan yang diajukan dia sesuai dengan syarat-syaratnya, nanti kita lihat dan menunggu petunjuk dari pimpinan,” jelasnya.
Sementara, baik tersangka Mh dan tersangka Es saat digiring keluar dari ruang pidsus Kejari Bangka menuju mobil tahanan memilih bungkam saat sejumlah wartawan berupaya memberikan hak jawab atas ditahannya kedua tersangka itu.
Dilain pihak, dua orang kuasa hukum tersangka Mh dari kantor pengacara Turki Law & Partners, Karyanto dan Koko Handoko‎ mengaku kliennya tersangka Mh ini tidak melakukan kesalahan.
Untuk itu, mereka selaku kuasa hukum tersangka Mh mengajukan surat permohonan pengalihan status penahanan kepada Kejari Bangka agar kliennya tidak dilakukan penahanan.
“Tapi terlepas dikabulkan atau tidaknya itu, kewenangannya ada di pak Kejari,”katanya.
‎Diberitakan sebelumnya, kasus rehabilitasi kolam renang Loka Tirta Bangka ini ditangani sejak tahun 2015 yang lalu yang mana kasus tersebut proses penyelidikannya ngambang hingga bertahun tahun.
Namun semenjak ditangani Kasi Pidsus yang baru, kasus tersebut langsung naik ke tahap penyidikan dan tersangkanya pun ditetapkan sebanyak 3 orang.
Kasus Rehab Kolam renang Loka Tirta Bangka ini dikerjakan oleh PT Dame Uli Jadiaman Indah dengan nilai kontrak sebesar Rp1,7 miliar lebih tahun 2014 yang mana anggarannya bersumber dari ABPD. (kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here