Beranda Utama Kontraktor Rehab Kolam Renang Ditahan, Tersangka Lainnya Menyusul

Kontraktor Rehab Kolam Renang Ditahan, Tersangka Lainnya Menyusul

485
BAGIKAN

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Tim Tindak Pidana Khusus Kejari Bangka menjebloskan kontraktor Rh, kasus rehabilitasi kolam renang Loka Tirta ke Lembaga Pemasyarakatan Tua Tunu Pangkalpinang, Selasa (15/1/2018).

“‎Kita melakukan penahanan terhadap kontraktor kasus rehab kolam renang tahun anggaran 2014 ke LP selama 20 hari kedepan,” ujar Kasi Pidsus Kejari Bangka, M.F. Hasibuan.

Menurut dia, tersangka Rh dilakukan penahanan berdasarkan lebih dari dua alat bukti yang dikumpulkan.

“Kita sudah menemukan lebih dari dua alat bukti sesuai dengan pasal 184 KUHAP dan kita yakin dalam melakukan penahanan ini sudah sesuai prosedur tanpa mengurangi hak hak dari tersangka,” imbuhnya.

Selain itu, ‎berdasarkan perhitungan yang dilakukan, proyek rehab yang dikerjakan tersangka telah merugikan negara sebesar Rp 218 juta.

“Selain itu, kontraktor ini banyak permasalahannya terutama dalam spesifikasi kolam renang, terus pemalsuan dokumen pada saat lelang dan banyak lagi,” urainya.

Atas perbuatannya, tersangka Rh dijerat pasal 2 jo pasal 18 jo pasal 55 subsider pasal 3 jo pasal 18 jo pasal 55 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
‎Disinggung setelah Direktur PT Dame Uli Jadiaman Indah ini dijebloskan apakah akan ada tersangka lainnya yang akan mengikuti jejak tersangka Rh, Kasi Pidsus akan ada tambahan tersangka.

“Ada, sebanyak dua orang yang berstatus PNS yakni PPK dan PPTK nya dan akan segera menyusul,” jelasnya.

‎Menurut dia, untuk sementara waktu, Tim Pidsus Kejari Bangka baru menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus rehab kolam renang Loka Tirta Sungailiat yakni Rh, Mh dan Es.

Saat disinggung kembali kenapa baru satu orang tersangka yang dilakukan penahanan, kata Kasi Pidsus kontraktor kasus rehab kolam renang ini terlebih dahulu dilakukan penahanan karena tersangka Rh tidak koperatif saat dilakukan pemanggilan.

“Alasannya, karena selama penyidikan, pak Rh selaku kontraktor sudah dua kali kita panggil tidak datang dan tinggalnya jauh di Jakarta. Intinya tersangka kita tahan untuk mempermudah proses penyidikan,” tutupnya.

‎Diberitakan sebelumnya, kasus rehabilitasi kolam renang Loka Tirta Bangka ini ditangani sejak tahun 2015 yang lalu yang mana kasus tersebut proses penyelidikannya ngambang hingga bertahun tahun.
Namun semenjak ditangani Kasi Pidsus yang baru, kasus tersebut langsung naik ke tahap penyidikan dan tersangkanya pun ditetapkan sebanyak 3 orang.

Kasus Rehab Kolam renang Loka Tirta Bangka ini dikerjakan oleh PT Dame Uli Jadiaman Indah dengan nilai kontrak sebesar Rp1.7 Miliar lebih tahun 2014 yang mana anggarannya bersumber dari ABPD. (kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here