Beranda Bangka Ini Tentang Syafrie Rahman, Nama yang Disematkan Untuk RSUD Pratama Puding Besar

Ini Tentang Syafrie Rahman, Nama yang Disematkan Untuk RSUD Pratama Puding Besar

85
BAGIKAN

PUDING BESAR, www.kabarbabel.com – Syafrie Rachman, Namanya Diabadikan Menjadi Nama RSUD Pratama Di Puding Besar. Siapakah Dia? Pemerintah Kabupaten Bangka memberikan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama di Kecamatan Puding Besar menjadi RSUD Pratama Syafrie Rachman yang diresmikan oleh Bupati Bangka H. Tarmizi Saat, Senin (15/1/2018).

Pemberian nama besar bukan kali pertama diberikan Pemerintah Kabupaten Bangka, seperti beberapa waktu yang lalu, RSUD Pratama di Kecamatan Belinyu yang sekarang menjadi tipe D bernama Eko Maulana Ali, dan di Puding Besar bernama Syafrie Rachman dan RSUD Sungailiat yang rencananya akan bermana Depati Bahrin.

Terkait peresmian RSUD Syafrie Rachman di Puding Besar, kita akan membahas siapa sosok Syafrie Rachman tersebut? Berikut ulasan singkat tentang Syafrie Rachman yang dihimpun dari berbagai data dan sumber. Dalam buku Pemimpin Di Tengah Rivalitas Politik Biografi Syafrie Rachman, diketahui Syafrie Rivitalitas Politik Biografi Syafrie Rachman begelar Mayor (AD) dengan NRP 11696 yang lahir di Belinyu, 15 Nopember 1926.

Beliau dikenal sebagai salah satu pekuang militan pada masa perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 dan gugur dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Pendidikan umum beliau tempuh di Belinyu dan pendidikan militernya di Kota Palembang dan terlibat juga dalam kancah peperangan berskala nasional seperti Perang Lima Hari Lima Malam di Palembang, Agresi Militer pertama dan kedua, serta operasi penumpasan gerakan DI/TII di Tasikmalaya Jawa Barat.

Tahun 1961, Syafrie Rachman ditugaskan di Bangka dan menjadi Kepala Staf Komandan Perwira Distrik Militer dan Pelaksana Kuasa Perang yang berada di Pangkalpinang. Karir sipilna semakin terbuka ketika dilantik menjadi bupati atau kepala daerah TK II Bangka pada tanggal 17 Juli 1963 dan seimbang dengan karir militernya juga. Sabotase Kapal Motor Bea Tjukai (KM BT) 32 yang merenggut nyawa Bupati Bangka dengan usia 39 tahun dan sejumlah petinggi Bangka lainnya merupakan prolog G 30 S PKI, berjarak dua bulan meletus di Jakarta.

Sabotase KM BT-32 merupakan sebuah operasi berdarah didalangi CC -PKI Bangka terhadap Kapal Motor Bea Tjukai bernomor lambung BT -32 di perairan Selat Bangka, jumat 30 Juli 1965. Syafrie Rachman merupakan sosok yang sangat dikenal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Walaupun sudah tiada namanya tetap dikenang dan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka, namanya diabadikan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Pratama Syafrie Rachman di Kecamatan Puding Besar. (trh).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here