Beranda Belitung Timur Nelayan Gantung Desak KIP Kamilah Hengkang

Nelayan Gantung Desak KIP Kamilah Hengkang

285
BAGIKAN

GANTUNG, www.kabarbabel.com – Belasan nelayan yang mewakili nelayan-nelayan di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur mendatangi Kapal Isap Produksi (KIP) Kamilah yang tengah berlabuh di perairan pinggir Pulau Melidang, Gantung, Rabu (3/1/2018).

Pada kesempatan tersebut, para nelayan ini sempat berdialog dengan pekerja KIP Kamilah yang berada di atas kapal. Tentu bukan tanpa alasan, aksi nelayan ini merupakan bentuk kekesalan atas kehadiran kapal isap di wilayah tangkap ikan nelayan di Gantung.

Adapun isi percakapan antara nelayan dan pekerja KIP Kamilah ini merupakan bentuk ‘pressure’ agar kapal yang menyengsarakan kesejahteraan nelayan ini segera hengkang dari Perairan Laut Pulau Belitong.

“Kami tekankan kepada mereka (pekerja KIP Kamilah) agar memberitahukan pemilik kapal untuk segera pergi dari sini, mata kami sakit melihat adanya kapal isap di perairan laut kami,” ujar Lawi, salah satu nelayan Gantung.

Lawi yang mengaku sedari kecil sudah berhidup di laut merasa terancam, katanya, kesejahteraan dirinya dan nelayan lain terpasung oleh kapal isap. Ini bukan hanya merugikan, tapi akan menghancurkan sendi kehidupan para pencari ikan.

Ia juga menegaskan, aksi nelayan ke kapal isap adalah bentuk perlawanan terhadap kehadiran pengrusak laut. Selain itu, imbuhnya, pihaknya juga menentang keras terhadap oknum yang mengatasnamakan perwakilan nelayan untuk menyetujui tambang laut.

“Kalau ada oknum di area Beltim yang mengatakan dirinya pengurus HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), kami para nelayan tidak pernah memberikan mandat padanya,” tegas Lawi.

Lawi pun menyesalkan ulah oknum tersebut. Ia tidak habis pikir, adalah bentuk ironi jika ada oknum HNSI yang tidak pro nelayan.

“Dia (Oknum) bukan anggota HNSI, dia pecundang,” sesal Lawi.

Tak lupa Lawi juga menyeru pada nelayan-nelayan di Beltim khususnya dN nelayan Belitong umumnya agar tetap kompak dan satu suara menolak semua jenis pertambangan laut di Pulau Belitong.

“Dukungan kami tidak hanya terhadap kelestarian laut, kami juga mendukung kegiatan pelaku wisata. Karena mereka (pariwisata) sangat bergantung dengan hasil tangkapan kami,” ujarnya menutup wawancara.(fin/kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here