Beranda Utama Gandeng Pelawan Babel, Backpacker Jakarta Lakukan Explore Bangka Perdana

Gandeng Pelawan Babel, Backpacker Jakarta Lakukan Explore Bangka Perdana

191
BAGIKAN

*BPJ Nilai Wisata Bangka Potensial, Tinggal Dikembangkan

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Backpacker Jakarta (BPJ) melakukan Explore Pulau Bangka dalam rangka menikmati pariwisata. Kedatangan BPJ yang memiliki member aktif 3.200 orang dan anggota partisipan 35.000 orang ini menggandeng Komunitas Pelawan Babel (Pecinta Alam dan Relawan Bangka Belitung) dan Pesisir Matras Basecamp.

Ketua Umum sekaligus founding father BPJ, Edy menuturkan, BPJ kerap melakukan Explore ke berbagai tempat wisata seluruh Indonesia. Untuk di Provinsi Babel, BPJ telah melakukan trip sebanyak 6 kali di Pulau Belitung dan pertama kalinya di Pulau Bangka pada 29 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.

“Pada trip perdana ini kita lakukan dengan peserta 31 orang. Kemarin peminatnya mencapai 100 orang, namun karena ini perdana maka kita batasi 31 orang. Kita menggandeng temen-temen dari Pelawan Babel dan Pesisir Matras Basecamp yang memiliki misi serius dalam pengembangan pariwisata di sini,” kata Edy.

Selama berada di Bangka, BPJ melakukan Explore ke beberapa tempat wisata seperti Danau Kaolin di Bangka Tengah, Pulau Ketawai, Ekowisata Mangrove Kurau Barat. Selain itu beberapa tempat wisata juga dikunjungi seperti Pagoda Puri Tri Agung, D. Locomotif, Pantai Matras, hingga Pantai Romodong, Pantau Penyusuk dan Pantai Batu Dinding di Belinyu.

“Kita mengemas perjalanan dengan menikmatinya bersama dalam suasana camp, hopping island serta bakti sosial. Hal ini sama dengan trip lainnya ke berbagai tempat di Indonesia,” ujar Edy.

BPJ pun menyambut baik rintisan pariwisata Pelawan Babel serta Pesisir Matras Basecamp yang terus melakukan inovasi untuk memberdayakan wisata berbasis masyarakat lokal. Untuk mendukung itu, BPJ selama di Bangka mewajibkan peserta trip untuk mempromosikan setiap spot yang dikunjungi melalui akun medsos, blog maupun secara lisan ke seluruh masyarakat luas di luar Bangka.

“Upaya temen-temen Pesisir Matras Basecamp maupun Pelawan Babel yang konsen atas wisata dan lingkungan perlu kita dukung. Semoga ini menjadi langkah awal untuk wisata Bangka semakin lebih maju. Sebab potensinya sangat bagus, hanya perlu perhatian serius semua pihak terkait dengan melibatkan masyarakat,” ujar Edy.

Tjoa Tjin Li atau Cen Li (67) sebagai peserta Explore Bangka tertua BPJ mengaku suka dengan trip yang berlangsung di Bangka. Dalam keikutsertaannya trip bersama BPK yang ke 5, di Pulau Bangka ia menemukan tempat tak melulu soal kemewahan, tetapi memiliki kesan mendalam karena Bangka masih ada alam yang alami.

“Sebelumnya saya tidak pernah lihat alam yang alami dengan trip bersama BPJ saya jadi tau, termasuk trip kali ini di Bangka,” ujar Cen Li.

Walau sudah berusia lanjut Cen Li terlihat sangat bersemangat mengikuti setiap rangkaian trip di Bangka walau harus dalam kondisi cuaca buruk. Cen Li pun tak merasa takut ketika harus mengarungi lautan dengan perahu saat ke Ketawai, ataupun meniti tali halang rintang yang biasa dilakukan anak muda.

“Dari muda saya memang pengen jalan seperti ini, tapi orang tua jaman dulu kan gak boleh kita begini. Untuk ke Bangka saya memang pengen liat Bangka, pulaunya seperti apa karena ada temen-temen dari pulau Bangka, jadi pengen lihat langsung. Di sini akhirnya asik kita ‎bisa bersama dengan baik, masak sama-sama, masang tenda sama-sama, naik perahu di mangrove, jadi semua tempat berkesan. Saya‎ ke Bangka baru ketemu dengan temen-teman, tapi jadi udah akrab semua, saling perhatian termasuk teman dari sini,” tukasnya.

Salah satu pengurus Pelawan Babel, Sobarsono mengatakan, kedatangan BPJ adalah salah satu potensi untuk memperkenalkan wisata secara luas. Sebagai sebuah komunitas penyuka traveling dari ibukota Indonesia, BPJ memiliki peran bagus untuk mempromosikan wisata Bangka lebih booming dan berpihak ke semua kalangan, khususnya kalangan masyarakat lokal di dekat spot wisata.

“Peluang kita ada dan terbuka luas untuk mendatangkan wisatawan. Rintisan ini sebenarnya memberi jalan bahwa wisatawan bisa memberi percikan bagi masyarakat lokal, masyarakat pesisir. Salah satunya melibatkan masyarakat dalam pembangunan pariwisata tidak diposisikan pasif tapi aktif,” ujar Sobar.

Ia berharap semua pihak lebih peduli terhadap kondisi dunia wisata Bangka yang memiliki harapan baru untuk perekonomian pasca tambang. ‎Pelawan Babel bersama Pesisir Matras Basecamp pun berkomitmen untuk memajukan wisata dengan berbagai inovasi.

“Kita ingin akomodasi wisata mengakomodir semua segmen wisatawan. Misalkan dari segi penginapan wisatawan menengah ke atas bisa memakai hotel berbintang, namun backpacker dan traveler dapat ditawarkan konsep penginapan, guest house ataupun rumah singgah. Kemudahan hal-hal ini berpengaruh untuk memancing kedatangan wisata. Dan kita dapat informasi temen-temen BPJ akan kembali datang ke Bangka dalam trip-trip selanjutnya,” ujar Sobar. (rel/kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here