Beranda Babel Pasien Suspect Difteri di Beltim Pulang

Pasien Suspect Difteri di Beltim Pulang

287
BAGIKAN
????????????????????????????????????

kabarbabel.com– Kondisi pasien terduga difteri di RSUD Belitung Timur kian membaik. Jika kondisinya sudah diangggap benar-benar membaik, pasien akan bisa pulang, Jum’at (22/12/2017) besok.

Dokter Spesialis Anak RSUD Belitung Timur (Beltim), Nita mengungkapkan perkembangan kondisi pasien berusia lima tahun itu sudah cukup baik. Namun sesuai Standard Operational Prosedure (SOP), pasien asal Desa Gantung Kecamatan Gantung tersebut tetap harus diisolasi selama dua minggu.

“Alhamdulillah kondisinya sudah baik, perkembangannya sangat bagus. Kita sedang persiapan untuk pulang,” kata Nita kepada Diskominfo Beltim, Rabu (20/12) lalu.

Didampingi Humas RSUD Beltim, Nita menyatakan pasien diobati dengan anti difeteri serum (ADS) dan antibiotik. Jika sudah benar-benar sembuh pasien akan diberikan vaksin tambahan.

“Dengan kekebalan tubuhnya saat ini, Insyallah mudah-mudahan bakterinya tidak datang lagi. Persedian obat untuk difteri baik di RSUD dan Dinas Kesehatan sangat memadai,” tambah Nita.

Dokter yang baru bertugas dua bulan di RSUD Beltim ini menghimbau agar anak-anak 2 tahun di Kabupaten Beltim diberikan imunisasi minimal 4 kali. Menurutnya hal ini perlu untuk menambah kekebalan tubuh anak.

“Kita dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia-red) menghimbau agar anaka-anak minimal diberikan tambahan imunisasi, 4 kali saat berusia 0-2 tahun, 1 kali saat 5 tahun dan satu kali 7 tahun. Biasanya saat umur 0-2 tahun hanya 3 kali,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Beltim menyatakan hingga saat ini, Kamis, (21/12) baru satu kasus diduga difteri yang terdeteksi di Kabupaten Beltim. Sempat diisukan ada dua kasus difteri baru, pada Senin (18/12) kemarin namun berdasarkan penyelidikan ternyata hanya tonsilitis (amandel) dan infensi saluran pernapasan (bronkitis).

“Laporannya di Kecamatan Gantung sama Manggar. Pas kita cek ternyata hanya bronkitis dan tonsilitis. Namun kita apresisasi laporan masyarakat khususnya untuk kasus difteri,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Beltim, Muhammad Ikhsan, Kamis (21/12).

Dijadwalkan besok, Jum’at (22/12/2017), Dinkes Kabupaten Beltim dan Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung akan memberikan imunisasi kepada keluarga pasien suspect difteri. Selain itu, teman-teman satu sekolah dengan pasien juga akan diberikan vaksinasi.

“Kita imunisasi lingkungan si anak dulu. Mulai dari teman-teman satu sekolah, serta keluarganya khususnya yang sering kontak dengan si anak,” jelas Ikhsan.

Dinkes Kabupaten Beltim dan Provinsi Kepulauan Babel juga berencana memberikan imunisasi tambahan bagi anak-anak dan remaja berusia di bawah 19 tahun. Seluruh anak dan remaja di Kecamatan Gantung akan diberikan vaksin untuk memperkuat kekebalan tubuh baik terhadap virus maupun bakteri.

“Hari ini kita mendata jumlah anak dan remaja di bawah usia 19 tahun di Kecamatan Gantung. Kita sedang itung-itungan kalau stok vaksin cukup kita akan imunisasi satu kecamatan kalau tidak cukup satu desa saja,” kata Ikhsan.

Terkait hasil pemeriksaan laboratorium pasien kasus dugaan difteri, Ikhsan menyatakan masih harus menunggu sekitar dua bulan lagi. Lamanya hasil pemeriksaan labor, karena banyaknya kasus difteri yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

“Kan meriksanya cuman di labor Kementerian Kesehatan di Jakarta, sedangkan yang ngirim sampel banyak. Normalnya dua minggu, nanti kalau sudah ada hasilnya kita kasih tahu,” ujarnya. (ril/dei)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here