Beranda Belitung ‎KIP Belum Hengkang, Gubernur dan KUPP Beltim Dikecam

‎KIP Belum Hengkang, Gubernur dan KUPP Beltim Dikecam

238
BAGIKAN

‎*KIP Kamilah Berteduh di Pulau Melindang dan Pulau Selandu‎

PASCA dikeluarkannya surat penghentian aktivitas sementara oleh Gubernur Provinsi kepulauan Bangka Belitung Nomor : 540/1121/ESDM pada 21 November 2017 ditindak lanjuti surat permohonan olah gerak dari pihak PT.KTU ke KUPP Beltim. Saat ini Kapal Isap Produksi yang diresahkan mendapat izin untuk berlabuh di titik koordinat antara Pulau Melindang dan Pulau Selandu yang kembali mendapat kecaman keras dari para nelayan Pulau Belitong. 

Hal tersebut kembali disebut karena dilatarbelakangi oleh ketidakjelasan sikap dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dalam mengakomodir aspirasi segenap masyarakat Pulau Belitong yang tidak menghendaki kegiatan tambang laut di Pulau Belitong. Sebelumnya gubernur memberikan isyarat akan menginstruksikan pihak perusahaan untuk  menarik keluar dari perairan Pulau Belitong ketika ditemui oleh para perwakilan masyarakat Belitong di Jakarta pada 17 November 2017. 

“Langkah ini menurut beliau untuk menghilangkan kekecewaan nelayan secara psikologis dengan menarik keluar KIP dari perairan Belitong. Sudah dua pekan lebih pasca komitmen gubernur sambil diiringi berbagai upaya penolakan yang dilakukan masyarakat baik secara moral maupun diplomatis tidak menghilangkan rasa ketidakpuasan segenap masyarakat. Hal ini masih menimbulkan keresahan mengingat hal seperti ini pernah terjadi di tahun lalu saat Kapal Isap Produksi (KIP) dipindahkan ke perairan sekitar Pantai Mudong kemudian kembali dan beroperasi sambil membawa kelengkapan izin,” jelas Ketua Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel), Pifin Heriyanto, Minggu malam (3/12/2017).‎

Atas kondisi ini, Masyarakat utamanya kaum Nelayan menanyakan apa maksud dari semua ini. Diharap tidak menjadi bentuk provokasi yang sengaja dilakukan untuk kembali membuat gejolak di masyarakat, mengingat beberapa hari yang lalu oknum  pekerja KIP melayangkan sentilan kepada para nelayan yang intinya mensinyalir perpindahan KIP ke perairan kecamatan Gantong hanya untuk berteduh menjelang datangnya musim barat. 

Para perwakilan Aliansi Nelayan Pulau Belitong Bersatu juga membuktikan langsung keberadaan KIP Kamilah yang berada di sebelah barat Pulau Melidang dan Timur Pulau Selandu bersama dengan para nelayan Gantong yang berkesempatan menyambangi langsung ke lokasi pindahnya KIP Kamilah pada Minggu pagi.‎

“Atas dasar itu kami mengecam ketidaktegasan sikap Gubernur yang tentunya dalam hal ini sangat terlihat berpihak kepada para pengusaha tambang laut tanpa menimbang dengan seksama aspirasi yang dilayangkan oleh segenap masyarakat Pulau Belitong. Serta mengecam pihak KUPP yang memberikan izin olah gerak KIP Kamilah berlabuh di sekitar Pulau Melidang dan Selandu,” tegasnya. 

Permasalahan ini pun terjadi dikarenakan tidak adanya jaminan yang kuat yang untuk bisa membuktikan KIP tidak beroperasi karena posisi KIP terlindung oleh Pulau Selandu jika dilihat dari pesisir pantai. Belum lagi lokasi tersebut merupakan wilayah usaha pertambangan PT Timah yang tentunya akan semakin memperburuk kepercayaan masyarakat dan semakin mengusik ketenangan masyarakat dan nelayan, khususnya yang tidak menginginkan adanya kegiatan tambang laut di Belitong. 

“Upaya perlawanan pun tak kan terhenti hingga sampai pada tujuan mulia menjaga laut Belitong dari tambang laut, agar kualitas laut Belitong bisa terjaga hingga sampai generasi anak cucu kedepan,” pungkas pria yang akrab disapa Tilenk ini. (vna).‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here