Beranda Utama Tarmizi Merasa Tak Dihargai dan Dihina Kepala OPD

Tarmizi Merasa Tak Dihargai dan Dihina Kepala OPD

285
BAGIKAN
Bupati Bangka Tarmizi Saat. (Foto : Dok. www.kabarbabel.com).

“Ini ceramah di Masjid Agung saja hanya kepala dinas PU yang hadir. Yang lain tidak ada, ini namanya menghina saya,” sebut Tarmizi

SUNGAILIAT, www.kabarbabel.com – Bupati Bangka Tarmizi Saat merasa tak dihargai oleh perangkat OPD-nya sendiri.Pasalnya, banyak kepala OPD yang tak hadir dalam acara yang telah diadakan ketika ia menjalankan ibadah umroh beberapa waktu lalu.

Ia mendapat laporan, saat acara ceramah di Masjid Agung hanya 2 kepala OPD yang hadir. Ia sangat menyesalkan, karena harusnya kepala OPD tetap hadir saat ada undangan walaupun bupati tidak ada.

“Ini ceramah di Masjid Agung saja hanya kepala dinas PU yang hadir. Yang lain tidak ada, ini namanya menghina saya,” sebut Tarmizi saat pembukaan Porseni Kopri di halaman Kantor Bupati bangka, Rabu (22/11/2017).

Ia yang juga sebagai pengurus Masjid Agung dan mengundang Kiai penceramah merasa malu karena tak dihargai oleh bawahannya. Lontaran pedas ini ia utarakan di depan kepala OPD, ratusan pegawai serta peserta Porseni Kopri dari instansi vertikal di Kabupaten Bangka.

“Kalau Bupati saja tidak dihargai oleh Sekda, oleh Wakil Bupati oleh kepala OPD siapa mau dihargai. Jadi tolong, kalau ada kegiatan yang diundang dalam hal mengisi rohani, kemudian kegiatan olahraga dan kegiatan apapun bersama pemerintah daerah dihadiri,” ucapnya.

Selain ceramah di Masjid Agung, minimnya kepala OPD hadir juga terjadi dalam kegiatan safari dakwah. Pejabat lainnya yang tidak hadir ia nilai sudah mulai tidak menghargai. Ia mengingatkan, semua PNS harus saling menghargai bila mau dihargai orang lain.

“Khususnya kepada kepala OPD ini, saya tidak perlu marah-marah lah, sudah tua kita ni semua, apa mau diperintah terus?. saya juga pernah jadi kepala OPD, pernah jadi staf, pernah jadi TKS. Jadi undangan dari masyarakat tolong dihargai, baik Sekdanya, asistennya, kepala OPD nya,kabagnya. Malu saya sebagai bupati dan saya pengurus Masjid Agung itu,” tambahnya.

Tarmizi pun menyayangkan, setiap kali sholat subuh ia datang ke Masjid Agung untuk azan, namun tak ada satu pun kepala OPD hadir. Padahal, surat edaran untuk sholat berjamaah sudah disampaikan namun tetap saja masih ada yang tak datang.

“Jadi saya minta dihargai lah, tidak perlu marah-marah. Saya pendem dibatin saja. Hargai juga tandatangan saya, saudara jadi kepala dinas, jadi apa itu dihargai, dengan hadir undangan bupati.”. pesannya lagi. (vna/kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here