Beranda Kriminalitas Merdeka!!!, Teriak Budi Tikal Saat Tahap 2 Polres Bangka ke Kejari Bangka

Merdeka!!!, Teriak Budi Tikal Saat Tahap 2 Polres Bangka ke Kejari Bangka

100
BAGIKAN
Budi Tikal saat Pelimpahan Berkas Tahap 2 di Kejaksaan Negeri Bangka, Rabu (6/9/2017)

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Tubagus Budhi Firbany alias Budi Tikal alias Panglima‎ tersangka dugaan provokasi penganiayaan dilimpahkan berkasnya untuk tahap 2 dari Polres Bangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, Rabu (6/9/2017) siang. Teriakan “Merdeka!!!” mewarnai pelimpahan tahap 2 Budi Tikal saat diturunkan dari mobil dinas minibus APV Polres Bangka.

“Merdeka !!!, saya selalu membela rakyat menjaga dari kerusakan lingkungan dan kartel lingkungan itu sangat berbahaya sekali. Saya pejuang lingkungan dan menjaga tradisi keluarga saya. Seluruh Indonesia sudah ke sini untuk memantau. Saya ditahan ilegal tidak didasari buktinya, tidak sah itu,” ujar Budi Tikal sambil mengepal 2 tangannya yang diborgol ke arah wartawan.

Tampak hari itu Budi Tikal mengenakan kemeja putih-ungu, celana jeans pendek warna biru tanpa alas kaki. Dari Polres Bangka Kanit Buser Ipda Fani beserta beberapa personil Polres Bangka melakukan pengawalan sampai ke ruang Kasi Pidum Kejari Bangka.

Ia pun berkata bahwa ia tidak bersalah dan merupakan korban dari kejahatan Kartel Lingkungan. Ia katakan, perlakuan yang diterima telah diketahui seluruh pihak seluruh Indonesia. Usai memenuhi berkas administrasi pelimpahan di Pidum Kejari Bangka, Budi Tikal tampak keluar dan sempat ke kamar mandi sebelum dilakukan penahanan.

Budi Tikal menjadi tahanan Kejari Bangka dan dititipkan ke Lapas Bukit Semut Sungailiat dan dibawa menggunakan kendaraan tahanan Kejari Bangka. Kasi Intel Kejari Bangka, Yoga Pamungkas, SH kepada wartawan usai pelimpahan mengatakan Budi Tikal dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951, pasal 2 ayat 1 atau pasal 335 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Setelah tahap 2 ini tersangka ditahan di Lapas Bukit Semut. Dalam waktu dekat kami akan melakukan pelimpahan ke Pengadilan Sungailiat untuk dipersidangkan,” ujar Yoga.

Tim jaksa yang ditunjukkan untuk menangani kasus Budi Tikal yakni Marina SH, Jamhari, SH dan Beni, SH. Dalam perkaranya terdapat barang bukti yang diamankan berupa 1 unit mobil mini bus. Barang Bukti lainnya sudah masuk dalam berkas terdakwa sebelumnya.

‎Sebelumnya, Budi Tikal ditangkap oleh tim Polres Bangka di Jalan Sukasari, Bandung, Jawa Barat. Polres Bangka melalui Tim Opsnal Buser Polres Bangka yang dipimpin Kanit Buser Polres Bangka Ipda Fani melakukan pengejaran hingga ke daerah Bandung, sejak Kamis (3/8/2017) lalu.

Budi Tikal sebelumnya ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh Polres Bangka sejak tahun 2015. Budi Tikal dianggap melakukan provokasi penyerangan ke para penambang yang melakukan penambang pasir timah di daerah Jelitik pada Kamis, 15 Januari 2015.

P‎enangkapan Budi Tikal ini bermula dari informasi diterima polisi jika yang bersangkutan sedang berada di daerah Sukasari Bandung. Usai mendapati informasi tersebut Polres Bangka berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mendeteksi keberadaannya.

Budi Tikal oleh diringkus Tim Opsnal di Jalan Sukasari pada Kamis (3/8/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB saat mengendarai kendaraannya. 2 tahun dalam pelariannya atas kasus dugaan penyerangan bersama rekannya RD
saat ini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sebelumnya, kejadian penyerangan ke penambang di Jelitik terjadi pada tahun 2015 di lokasi tambang inkonvensional kolong buaya Lingkungan Rambak Kelurahan Jelitik. Saat itu, Budi Tikal diduga memprovokasi RD bersama 8 orang lainnya untuk melakukan penyerangan terhadap para penambang yang menambang dengan menggunakan senjata tajam berupa parang dan pedang.

Buntut dari penyerangan itu, RD diamankan Polres Bangka lalu ditetapkan tersangka hingga kasusnya disidangkan ke meja hijau Pengadilan Negeri Sungailiat. Oleh kepolisian Budi Tikal ditetapkan sebagai DPO serta aktor utama penyerangan oleh Polres Bangka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here