Beranda Utama Pengakuan Dukun Cabul di Puding Besar Mengejutkan

Pengakuan Dukun Cabul di Puding Besar Mengejutkan

214
BAGIKAN

*Setubuhi Pasien untuk Masukkan Khodam Supaya Bisa Sembuhkan Penyakit

PUDING BESAR – www.kabarbabel.com, Praktek Dukun Cabul menyerbak di kalangan masyarakat Desa Kayi Besi Kecamatan Puding Besar yang klimaksnya berujung warga mendatangi rumah dukun, Wagiono (52) pada Minggu malam lalu sekitar pukul 22.30 WIB.
Wagino warga pendatang asal Jawa Tengah yang biasa berprofesi sebagai Tukang Mie Ayam Keliling ini mengakui perbuatan mesumnya terhadap 2 wanita berbeda.

Kepada wartawan Wagino mengaku sempat melakukan aksi cabulnya kepada istri anak buahnya sendiri yang tak lain tetangganya. Tindakan tersebut dilakukan sudah beberapa tahun silam di sebuah pondok kebun. Ia mengaku sudah lupa kapan waktunya hal itu terjadi.

“Sudah lama itu, saya sudah lupa kapan. Itu tidak sampe dimasukin cuma main luar saja. Waktu bertemunya di pondok kebun,” pria beristri dengan 4 anak ini di Mapolres Bangka (4/5/2017).

Korban kedua Wagino seorang Ibu Rumah Tangga berusia 26 tahun. Ia tidak mengetahui nama wanita beranak 2 tersebut. Namun mengetahui alamat sang pasien yang merupakan warga Desa Limbung. Korban kedua datang ke prakteknya setelah dianjurin kakak iparnya disuruh berobat dengannya.

“Katanya dia diganggu siluman buaya. Tiap kali berobat dia diantar suaminya ke rumah. Cuma suaminya di ruang tengah, saya melakukan ritualnya di kamar,” kisahnya.

Dengan alasan pengobatan, Wagino meminta pasien menanggalkan seluruh pakaiannya dan menggantikan dengan mukenah. Pengobatan pertama ini dilakukan sekitar 6 bulan silam dan Wagino melampiaskan nafsunya. Ia bernafsu melihat lekuk tubuh sang pasien dan mulai melancarkan aksi bejatnya. Tubuh si Ibu muda pun digerayangi dari atas hingga ke ujung kaki. Wagino mengaku tak ada perlawanan dari sang pasien yang hanya tampak pasrah dan menikmati aksi cabul yang dilakukannya.

Perbuatan mesum itu dilakukan hingga berkali-kali di rumah Wagino maupun di kediaman sang Pasien di Desa Limbung. Pengobatan selanjutnya pun berlangsung berkali-kali. Kadang sang Pasien ditemani suaminya kembali ke rumah Wagino sehingga kakek 1 orang cucu ini nekat dan tak sanggup membendung syahwatnya.

Wagino mengaku tidak ada kecurigaan antara istrinya dan suami pasien ketika Wagino melakukan aksi bejad di kamar tempat prakteknya. Hubungan terlarang itu pun berlanjut hingga pertengahan Agustus 2017 lalu. Ia sebutkan, pujaan hati tak segan-segan meminta Wagino datang ke rumahnya dikala sang suami tak ada di rumah dan melakukan hubungan mesum di kamar sang Pasien.

“Dia sering bel saya. Katanya kangen lah. Pas suaminya gak ada di rumah. Anaknya masih kecil – kecil gak tau apa-apa. Kalau berhubungan di rumahnya itu kami lakukan di kamar. Tidak ada paksaan. Dia mau, saya mau. Kami mulainya sama – sama. Bahkan setiap kali berhubungan kakinya mengunci tubuh saya untuk lebih lagi. Pokoknya nafsunya besar,” sebutnya.

Menurut Wagino, antara keluarganya dengan keluarga pasien memang sudah seperti keluarga sendiri. Kadang setiap kali bertemu Wagino memberikan uang kepada sang pasien untuk jajannya anak-anak. Bahkan dia pun sering membantu keperluan pasien seperti meminjamkan uang.

“Sudah seperti keluarga sendiri. Kadang kalau mereka perlu uang saya kasih Rp 1 juta. Tapi gak bisa lebih dari itu. Suaminya pedagang juga. Kadang kalau ketemu saya yang kasih uang Rp 100 – Rp 150ribu. Kalau saya gak pernah mau terima uang dari pasien. Gak mau saya,” ujarnya.

Ada 20 orang lebih pasien yang sudah mendapatkan pelayanan perdukunan Wagino. Menurutnya tak semua Pasien dapat disembuhkan. Wagino mengaku mendapatkan kesaktian dari keris peninggalan leluhurnya yang kini ia pegang untuk membantu orang yang sakit. Tak semua pula pasien yang Wagino cabuli. Menurut pengakuannya cuma 2 wanita itu lah yang nekat ia jadikan korban untuk melampiaskan nafsu bejatnya itu pun dengan dalih tanpa paksaan.

“Kalau pertama kalinya sama orang Limbung itu sekitar 6 bulan lalu. Terakhir berhubungan 2 minggu lalu. Tapi bukan dia yang melapor. Katanya warga yang ngamuk. Kalau dianya diam-diam saja. Seperti tidak terjadi apa-apa,” sebutnya.

Wagino mengaku kaget setelah puluhan warga menyerbu kediamannya Minggu malam kemarin. Ia mengira ada peristiwa perkelahian. Namun ia panik bukan kepalang ketika warga memaksa masuk dan menerobos kediamannya. Bahkan Wagino sempat merasakan pukulan yang dilayangkan massa namun ia beruntung sudah ada anggota Polisi yang mengamankannya.

“Kena bagian kepala saya, tapi untung ada polisi. Kalau gak, gak tau saya sudah jadi apa,” tukasnya.

Ia pun mengaku menyesali perbuatannya namun apabila harus menjalani hukuman dan kekecewaan sang istri dan anak-anaknya Wagino pasrah dan siap menjalani hukuman dan ganjaran yang akan ua dapati.

“Mau gimana lagi, saya siap dihukum kalau sudah kayak gini. Tapi saya tidak pernah maksa, kami melakukannya atas kemauan sama-sama,” tutupnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP. Andi Purwanto kepada wartawan Senin siang (4/9/2017) membenarkan penangkapan diduga laki-laki yang disebut sebagai Dukun Cabul. Setelah mendapatkan informasi warga Desa Kayu Besi hendak mengusir Wagino, polisi langsung melakukan tindakan pengamanan.

“Tersangka Wagino ditangkap di Polsek Puding, ada warga nyampaian ke Babhin. Ada warga Desa Kayu Besi yang akan diusir oleh warga karena di duga melalukan perdukunan dan tindakan cabul kepada pasien/korban yang tak lain masyarakat,” kata Andi.

Dari info tersebut akhirnya Polsek bersama massa mendatangkan rumah pelaku. Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan tersangka sudah diamankan. Andi menghimbau kepada warga yang sempat menjadi korban Wagino untuk tidak segan – segan melaporkan kepada pihak kepolisian agar tersangka dapat dijerat sesuai hukum yang berlaku. (kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here