Beranda Babel DPD HAMI Babel Buka Posko Pengaduan Korban First Travel

DPD HAMI Babel Buka Posko Pengaduan Korban First Travel

108
BAGIKAN

PANGKALPINANG – www.kabarbabel.com, Himpunan Advokat Muda Indonesia Bersatu membuka Posko Pengaduan dalam hal penipuan calon Jemaah haji dan calon Jemaah umroh yang di lakukan oleh First Travel, yang ada di wilayah Bangka Belitung . Korban penipuan berkedok umroh First Travel diduga tidak hanya terjadi di wilayah Jabodetabek, tapi juga di seluruh Indonesia termasuk Bangka Belitung .

Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Advokat Muda Indonesia Bersatu Bangka Belitung melalui LBH Himpunan Advokat Muda Indonesia Bersatu mengecam keras atas tindakan yang dilakukan oleh pihak First Travel. yang mana korbannya di seluruh indonesia lebih kurang ribuan orang sebagai calon jemaah umroh dan calon jemaah Haji diperkirakan telah mengalami kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

“Untuk itu kami juga membuka posko pengaduan di Bangka Belitung yg berlamat di Jalan K.H.Abd.Rachman Sidik (RRI) seroja IV kel.Rawa bangun Kecamatan Taman Sari kota Pangkalpinang Provinsi Kepualauan Bangka Belitung,” kata Feriyawansyah,SH,MH, selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Advokat Muda Indonesia Bersatu Bangka Belitung kepada media di Seketariat Himpunan Advokat Muda Indonesia Bersatu, kepada www.kabarbabel.com Minggu (20/8/2017).

Dikatakannya, pembukaan Posko di Babel ini untuk memudahkan calon jemaah umroh di Babel melakukan pengaduan.

“Bagi mereka yang ingin mengadu silakkan ke posko kami seperti tertulis diatas.Nanti mitra kami akan mendata keseluruhan jemaah calon umroh First Travel yang terdaftar dan berdomisili di Babel,” terangnya.

Menurut Feriyawansyah, DPD Himpunan Advokat Muda Indonesia Bersatu , hal ini dilakukan agar membantu para korban sekiranya kalau jauh ke Jakarta jauh. Dan kita akan membuat laporan Pengaduan Selanjutnya akan berkoordinasi dengan Polda dan Bareskrim Mabes Polri.

“Bagi korban yang harus dilengkapi adalah dokumen yang menyatakan dirinya terdaftar di first travel, seperti bukti setor. Sebab diduga jejaring penipuan ini seperti Franchises,” sebutnya.

Feriyawansyah menyebutkan, kasus First Travel ini modusnya mirip dengan penipuan umrah lainnya. Bahkan ada beberapa hal menarik dari sistem dijalankan perusahaan itu. Diantaranya, perusahaan itu memakai sistem cabang, agen, dan mitra. Ini dilihat banyaknya kantor cabang maupun mitra.

Selanjutnya, First Travel juga diindikasikan investasi bodong. Sebab, biro perjalanan umrah itu mengendapkan dana calon jamaah umrah hingga dua tahun.

“Seluruh agen yang ikut-ikut melapor itu diduga keras ikut menikmati keuntungan,” jelasnya.

Ia menilai, perusahaan berdiri sejak 2009 itu memiliki kegiatan tak lazim. Salah satunya soal janji kepada para calon jemaah kerap berubah-ubah dan tak ada jadwal pasti. “Bahkan dicurigai adanya sistem Ponzi,” terangnya.

Diketahui, kepolisian telah mengamankan Direktur Utama First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari. Mereka diduga menipu calon jemaah umrah. Akibat kasus ini, pasangan suami istri tersebut diduga terancam dijerat Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dan Tindak Pidana Pencucian Uang terkait penipuan dan penggelapan dan pencucian uang yang dilakukan oleh First Travel. (kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here