Beranda Babel MoU KEK Pariwisata Tanjung Kelayang Belitung Disaksikan Gubernur Babel

MoU KEK Pariwisata Tanjung Kelayang Belitung Disaksikan Gubernur Babel

82
BAGIKAN

www.kabarbabel.com – Rapat Terbatas bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/6/2017) siang, membahas  tentang Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Salah satu diantaranya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dilansir dari humas.babelprov.go.id, Pada Rabu (7/6/2017) pagi, Gubernur Babel Erzaldi Rosman melanjutkan kegiatannya yaitu menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) investasi untuk KEK yang berlokasi di Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung.

Selain Gubernur Erzaldi Rosman, turut menyaksikan penandatanganan MoU yang berlangsung di Lobby Ruang Rapat Lantai 3 Kemenko Bidang Perekonomian Jakarta tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dan Bupati Belitung Sahani Saleh

Investor yang menyatakan diri untuk berinvestasi di Tanjung Kelayang Belitung, adalah Sheraton, Sofitel dan China Harbour. Belitung Maritime sebagai konsorsium pengelola KEK Tanjung Kelayang beranggotakan Tiga perusahaan, yaitu  PT Belitung Pantai Intan (Belpi), PT Nusa Kukila, dan PT Tanjung Kasuarina.

Kesepahaman pertama dilakukan antara PT Belitung Pantai Intan dengan China Harbour Engineering Company, yang akan melakukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang dengan perkiraan nilai investasi sebesar 1 miliar Dollar AS.

Masuknya investasi China Harbour di Tanjung Kelayang merupakan perwujudan minat investasi korporasi internasional terhadap potensi kepariwisataan dan posisi geostrategis Babel.

Nota kesepahaman kedua dilakukan antara PT Hypatia Karya Pratama dengan PT Accor Asia Pacific. PT Accor Asia Pacific Corporation Indonesia bermaksud membangun Sofitel Hotel and Resort di KEK Tanjung Lesung dengan rencana investasi sebesar Rp400 miliar.

Adapun ketiga, kesepahaman investasi dilakukan antara PT Setra Gita Nusantara dengan Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts. Starwood Asia Pacific Hotels and Resorts akan membangun Sheraton Hotel di kawasan dengan rencana investasi sebesar Rp 418 miliar.

Dorong Percepat Terbentuknya Administrator KEK

KEK Tanjung Kelayang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2016, pada 15 Maret 2016, dengan luas 324,4 ha. Konsorsium Belitung Maritime menjelaskan Kawasan Tanjung Kelayang akan dibangun secara bertahap, dengan dilandasi oleh konsep “heritage.”

Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyambut gembira kemajuan upaya Konsorsium Belitung Maritime mengelola KEK Tanjung Kelayang. Apabila kesepahaman investasi tersebut mengambil wujud, jaringan hotel dan resort internasional seperti Sheraton dan Sofitel ini akan menjadikan Belitung dikenal di mancanegara. Artinya, akan semakin banyak turis mancanegara ke Indonesia khususnya ke Belitung.

Darmin juga mendorong Gubernur Babel dan Bupati Belitung, selaku Ketua Dewan Kawasan dan Wakil Ketua Dewan Kawasan, agar dapat mempercepat terbentuknya Administrator KEK Tanjung Kelayang.

Sejalan dengan itu, ditambahkannya, pemerintah akan mempercepat pembangunan dan penyempurnaan berbagai infrastruktur jalan, jaringan air bersih, listrik,  termasuk menjadikan Bandara Hanandjoeddin sebagai bandara internasional. Kesiapan Aparatur Administrator, pelimpahan kewenangan, dan perangkat pendukungnya sangat penting bagi sukses pencapaian tujuan pembangunan suatu KEK. (humasprov/kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here