Beranda Pariwisata & Budaya Peh Cun Bisa Jadi Wisata Budaya Andalan

Peh Cun Bisa Jadi Wisata Budaya Andalan

148
BAGIKAN

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Festival Perayaan Peh Cun 2568 di de Locomotief Pantai Tongaci Sungailiat ditandai dengan mendirikan telur tepat pukul 12.00 wib berlangsung meriah dan penuh. Ritual Peh Cun yang merupakan salah satu budaya yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diharapkan bisa menjadi wisata budaya andalan di Negeri Serumpun Sebalai.

“Ritual Peh Cun ini merupakan salah satu budaya yang bisa menjadi wisata untuk dipromosikan sehingga menjadi andalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini,” ungkap Kwartanto, ketua pelaksana Festival Perayaan Peh Cun 2568, Selasa (30/5/2017) di Pantai Tongaci Sungailiat Kabupaten Bangka.

Diuraikan Kwartanto, perayaan Peh Cun tahun 2017 ini agak sedikit berbeda dan adanya inovasi untuk mendukung ritual Peh Cun ini. Selain kegiatan mendirikan telur tepat jam 12. 00 wib, juga ada
prosesi acara persembahan, mandi air berkah Ng Si Sui, menikmati ribuan kue cang, mendirikan telur, parade perahu berlayar, dan mandi air lima sumur yang berada di lokasi de Locomotif.

Dikatakan Kwartanto lagi, penggarapan banyak kegiatan yang berhubungan dengan ritual Peh Cun ini, diharapkan menjadi event budaya dan mendukung pariwisata Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka khususnya. Diakui Kwartanto, ritual Peh Cun ini sejak dari zaman dulu sudah, dan selalu dirayakan dengan ditandai berdirinya telur tegak lurus.

“Hari dan tanggalnya sudah ditentukan dan sudah pakem, jadi tidak bisa diubah-ubah,” jelasnya.

Selain itu juga Kwartanto mengungkapkan, tujuan diselenggarakan Peh Cun ini untuk menggali wisata budaya yang sangat menarik dalam dunia kepariwisataan.

“Bicara budaya tidak akan bosan-bosannya, sangat klasik dan bisa menarik orang untuk datang, terkadang kita butuh something (sesuatu) yang polos untuk ditampilkan,” katanya.

Perayaan Peh Cun menurut Kwartanto ada dua kejadian, yakni yang pertama terjadinya titik grativitasi terendah, dan kedua untuk memperingati salah satu tokoh dinasti zaman dulu yang seorang perdana menteri yang bertugas untuk menganggu beberapa kerajaan dan hal tersebut fitnah dan akhirnya untuk membuktikan jika tidak bersalah, dirinya menceburkan diri ke laut.

“Banyak nelayan mencarinya, tapi tidak ketemu, dan perahu berlayar itu melambangkan sejarahnya, dan persembahan tadi itu, persembahan untuk keberkahan,” cerita Kwartanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Asep Setiawan mengatakan, kegiatan ritual Peh Cun ini merupakan salah satu kegiatan yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Bangka.

“Yang penting kemasannya lebih menarik, dan di Pantai Tongaci ini kita lihat sudah mulai ada variasi dan hal ini bisa kita jual untuk mempromosikan dan mendukung pariwisata di Kabupaten Bangka,” harapnya. (kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here