Beranda Utama Oknum Kejari Bangka Dilapor Nipu Soal Pekerjaan

Oknum Kejari Bangka Dilapor Nipu Soal Pekerjaan

42
BAGIKAN

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Oknum pegawai Kejaksaan Negeri Bangka dilaporkan oleh seorang warga ke Kejaksaan Negeri setempat. Oknum pegawai Kejaksaan Negeri Bangka yang inisial Hzh ini dilaporkan oleh salah satu warga ke Kejari Bangka lantaran diduga mengiming imingkan warga tersebut menjadi tenaga honorer di Kejari setempat dengan membayar uang sebesar Rp 13,7 juta.

“Ada seorang ibu-ibu yang bernama Erni warga Sungailiat mendatangi kantor Kejari Bangka untuk melaporkan perbuatan sang oknum yang diduga telah menjanjikan anaknya masuk sebagai tenaga honorer di sini,” ujar Pejabat Pemberi informasi dan Data ( PPID) Kajari Bangka, Yoga Pamungkas, Senin (29/5/2017) di Sungailiat.

Padahal menurut Yoga, sampai saat ini, Kajari Bangka tidak pernah membuka penerimaan tenaga kontrak atau penerimaan pegawai di Kajari Bangka.

“Jadi itu semua diluar konteks kita karena kita tidak membuka penerimaan calon tenaga honorer atau pegawai,” katanya.

Dijelaskannya,untuk penerimaan calon pegawai di tubuh kejaksaan itu dilakukan melalui jalur resmi, bukan melalui jalur tidak resmi.

“Dan ini akan kita tindaklanjuti, akan kita panggil yang bersangkutan apa benar dilaporkan warga tadi benar adanya,” katanya.

Yoga menghimbau kepada warga untuk tidak mudah percaya dengan iming-iming yang ditawarkan oleh oknum yang menawarkan pekerjaan sebagai tenaga honorer di Kajari Bangka.

“Kalau ada yang seperti, kami minta kepada warga untuk menanyakan langsung kebenarannya kepada kita dan akan kita tindak,”katanya.

Sementara itu, menurut Erni (42) warga Sungailiat, kedatangannya ke Kantor Kajari Bangka untuk melaporkan perbuatan oknum pegawai setempat yang mengiming-imingi pekerjaan kepada anaknya bekerja sebagai tenaga honorer.

“Saya datang ke sini untuk melaporkan Hzh yang telah menipu saya. Katanya anak saya bisa bekerja disini dengan syarat membayar uang Rp 15 juta,” katanya.

Diceritakannya, kejadian itu terjadi di pertengahan tahun 2016 yang mana sang oknum menawarkan pekerjaan kepada anaknya sebagai tenaga honorer di Kajari setempat.

“Hingga satu tahun berjalan, anak saya belum juga dipanggil untuk kerja. Padahal saya sudah mentransfer uang sebesar Rp 13,7 juta ke rekening pribadi Hzh,” katanya.

Ditambahkannya, walaupun sudah berulang kali melakukan komunikasi dan meminta uang tersebut dikembalikan, sang oknum tidak menggubris permintaannya.

“Sudah berapa kali saya minta uang itu dikembalikan karena anak saya sudah diterima kerja di tempat lain, uang saya belum juga dikembalikan. Dia juga sempat bilang tidak ada yang berani memprosesnya karena dia bekerja di Kejaksaan,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya mendatangi kantor Kajari Bangka untuk melaporkan dugaan penipuan oleh oknum pegawai Kajari setempat untuk ditindaklanjuti. (rif).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here