Beranda Citizen Jurnalis Gapabel : Cabut Perizinan Tambang Laut

Gapabel : Cabut Perizinan Tambang Laut

51
BAGIKAN
Foto : Gapabel (www.kabarbabel.com).

Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) 29 Mei 2017
*Catatan Sikap Gapabel di HATAM 2017

Tragedi Semburan Lumpur Lapindo masih menyisakan luka yang mendalam bagi masyarakat Porong, Jawa Timur, sekaligus menjadi bukti untuk bangsa ini dimana negara takluk kepada kepentingan korporasi. Dari sebuah kesalahan teknis pengeboran sumur Banjar Panji #1 oleh PT Lapindo Brantas, hingga mobilisasi pemerintah menanggung resiko ‘bencana” ini.

Skandal dimulai dari, lahirnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo. Patut dicatat, bahwa limpahan tanggung jawab ini tanpa proses hukum yang jelas. Semburan lumpur lapindo tidak hanya membawa material padatan atau cairan, tapi juga gas.

Warga porong dipaksa menghirup gas beracun 6 tahun terakhir. Ratusan anak terancam putus sekolah akibat semburan lumpur Lapindo. Kualitas hidup mereka lambat laun mengalami penurunan akibat hilangnya kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Tercatat lebih dari 13 kematian warga tanpa kejelasan diagnosis. Sesak, kanker, dan tumor menjadi ingatan keluarga yang ditinggalkan. Terakhir, kematian akibat bunuh diri karena stress pada bulan Mei 2012.

Tanah dan air kini milik segelintir orang, digali, dikuras habis dan dijual murah. Rakyat selalu saja menjadi obyek penderita yang selalu dibodohi dan dikorbankan. Dan itu juga terjadi di negeri Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang mana tambang hanya menguntungkan segelintir pihak. Sementara begitu banyak pihak lainnya yang sengsara.

Laut yang seharusnya jadi tulang punggung kehidupan di Bangka Belitung ini, sekarang menjadi tempat penampungan lumpur limbah tambang aktivitas Kapal Hisap dan Kapal Keruk perusahan tambang. Ekosistem karang yang seharusnya menjadi rumah bagi para ikan hancur dan itu butuh beratus ratus tahun untuk memulihkannya.

Komoditas laut yang seharusnya menjadi sumber penghidupan para nelayan dan hajat hidup orang banyak ikut rusak. Belum lagi aktivitas tambang darat yang sudah banyak menyebabkan kerusakan lingkungan serta korban jiwa tidak sedikit, dan ini memerlukan waktu untuk mengembalikan ke kondisi semua seperti sedia kala.

Sementara yang mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya bukanlah rakyat tapi para penguasa pengusaha tambang dan mafia mafia tambang. Kita hanya diberikan bom waktu berupa kesengsaraan dan kehancuran.
Tidak hanya sampai disitu, pertambangan laut ini juga nantinya akan berdampak kepada sektor pariwisata yang sedang berkembang saat ini. Ribuan masyarakat Bangka Belitung yg saat ini menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata akan ikut terkena dampaknya.

Oleh karena itu, Kami Gabungan Pecinta Alam Belitong (GAPABEL) menyatakan Sikap :

1. Menolak seluruh aktivitas pertambangan laut di seluruh perairan Kepulauan Bangka Belitung.

2. Mendesak Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menghentikan dan mencabut segala bentuk perizinan pengoperasian Tambang Laut di Kepulauan Bangka Belitung.

3. Mendesak Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah untuk tidak lagi mengeluarkan rekomendasi atau izin pertambangan laut di Bangka Belitung.

4. Mendesak pihak berwajib dan instansi terkait untuk segera melakukan penindakan terhadap pertambangan laut ilegal yang ada di Bangka Belitung.

#SaveBelitong

Salam Muda, Militant, Pro Lingkungan. (Gapabel/kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here