Beranda Kriminalitas Istri Aliong Tak Tahu Soal Pembunuhan Ida dan Aura

Istri Aliong Tak Tahu Soal Pembunuhan Ida dan Aura

71
BAGIKAN

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Sidang pembunuhan terhadap ibu dan anak oleh terdakwa Aliong kembali digelar di Pengadilan Negeri Sungailiat Selasa (18/4/2017). Persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi ini dikawal ketat oleh Kepolisian Polres Bangka dan Polsek Sungailiat mengingat kondisi keluarga korban yang terlihat tak terima atas pembunuhan yang dilakukan oleh Aliong kepada Imelda.

Terpantau, persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis M. Solihin didampingi dua hakim anggota Jhon Paul Mangunsong dan Derit Werdiningsih melakukan pemeriksaan terhadap. Istri terdakwa, Ernawati serta Ipda Fani, Kanit Buser Polres Bangka. Istri terdakwa mengaku tidak mengetahui pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya kepada Imelda dan Aura.

Karena menurut Ernawati, saat kejadian itu terjadi, ia bersama ketiga anaknya serta terdakwa pergi ke pantai tikus untuk rekreasi. Hanya saja pada saat tiba dipantai, terdakwa pulang ke rumah untuk mengambil bola dan kembali ke pantai tersebut sekitar pukul 17.00 WiB.

“Saya tidak tau pak bagaimana kejadiannya. Saya tau suami saya membunuh setelah suami saya dibawa ke Polres Bangka,” kata istri Aliong.

Tak cuma itu saja, Ernawati juga tidak pernah menaruh curiga kepada sang suami yang memang kerap jarang berada di rumah. “Karena suami saya kerjanya nelayan serta ada kerjaan sampingan, makanya dia jarang di rumah. Paling paling dia pulang makan sebentar terus pergi lagi,”katanya.

Ernawati juga tidak mengetahui saat Imelda dibunuh, Aura yang masih hidup disekap oleh terdakwa pohon yang berada tak jauh di belakang rumahnya. Sementara itu, saksi Ipda Fani dalam kesaksian menerangkan seputaran awal informasi yang mereka dapatkan dari keluarga korban yang melaporkan ke Mapolres Bangka atas hilangnya Imelda dan Aura.

Atas laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh tim buser Polres Bangka dengan melakukan penyelidikan. Penyelidikan dilakukan lantaran keluarga korban menerima pesan singkat dari nomor ponsel korban yang meminta tebusan.

Setelah itu dilakukan upaya pencarian hingga pemancingan terhadap pelaku yang meminta tebusan. Setelah terjadi kesepakatan, akhirnya polisi yang menyamar berhasil meringkus pelaku yang tak lain masih adaa hubungan keluarga dengan korban. Persidangan pun kembali ditunda hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, Aditia Suleman dari Kajari Bangka. (kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here