Beranda Kriminalitas Pasien Bidan Aborsi Hamil, TaK Tahu Siapa Bapak Janinnya

Pasien Bidan Aborsi Hamil, TaK Tahu Siapa Bapak Janinnya

95
BAGIKAN

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Untuk kedua kalinya sidang klinik aborsi digelar. Kali ini yang diminta keterangan adalah 2 orang saksi, satu dari kepolisian dan satunya lagi warga yang pernah menjadi korban aborsi oleh bidan nengsih tersebut.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Surono SH,MH H, R.Narendra Mohni I, SH, MH Joni Mauluddin S, SH pada Selasa (11/4/2017) siang, Hakim menanyakan kepada korban Ranti Novianti yang berasal dari Bandung. Salah satunya apakah Ranti sudah bersuami atau belum. Hal ini terkait Ranti pernah hamil sebelumnya.

Namun sungguh diluar dugaan Ranti menjawab bahwa iya belum mempunyai suami. Ketika ditanya apakah ia pernah melakukan aborsi, diakuinya pertama kali dilakukan ke Bidan Nengsih.

“Saya ke sana jam 07.00 pagi. Saya cuma tiduran dan obat itu dimasukkan ke dalam kemaluan saya. Dalam waktu 5 menit habis itu saya langsung pulang, sekitar jam 3 sore saya mengeluarkan darah, kemudian saya telpon ibu Nengsih lagi bahwa punya saya belum bersih dan akhirnya saya disuruh datang lagi dan kembali dimasukkan obat lagi,” kata Ranti.

Wanita yang menutup muka dengan jilbab ini menyatakan, setelah itu selama 7 hari ia mengeluarkan darah yang sangat banyak dan sempat pergi ke dokter kandungan. Setelah di USG ternyata sudah bersih tidak ada janin.

Hakim pun bertanya kenapa ia bisa hamil tapi belum punya suami. Dengan enteng Ranti pun menjawab bahwa itu akibat perbuatan seksnya bersama sang pacar. Ketika ditanya kenapa pacarnya tidak tanggung jawab, saksi pun menuturkan bahwa hubungan itu ia lakukan dengan lebih dari 1 orang jadi ia tidak tau siapa bapak dari janin tersebut. Jawabannya sontak membuat para Hakim , Jaksa dan para pengunjung sidang tertawa.

Ranti sendiri mengaku membayar jasa aborsi sejumlah Rp 2,5 juta, sedangkan saksi lainnya Fadillah seorang polisi wanita Polsek Sungailiat yang menyamar sebagai pasien aborsi sempat dikenakan tarif Rp 4 juta. Baik Ranti maupun Fadilah ketika hendak aborsi diminta masuk kamar tempat aborsi dan berbaring di kasur yang sudah disediakan di dalam kamar tersebut. Saat itu lah bidan Nengsih menjalankan aksinya

Sebelumnya Bidan Nengsih yang juga pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka kedapatan melakukan praktek aborsi. Aksinya diketahui polisi setelah ada warga membuat pelaporan. Akibat perbuatannya ia diseret me meja hijau PN Sungailiat.(rpu).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here