Beranda Bangka Jadikan Desa Jurung Penyangga Ekonomi Bangka, Harap Ada Terminal dan Pasar

Jadikan Desa Jurung Penyangga Ekonomi Bangka, Harap Ada Terminal dan Pasar

95
BAGIKAN

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com, Mengingat letak Desa Jurung yang ada di kawasan kecamatan Merawang dan lokasinya ada di tengah-tengah antara Pangkalpinang Bangka, maka kepala desanya bersama masyarakat bertekad untuk menjadikan Desa Jurung, sebagai penyangga ekonomi Bangka. Hal itu diungkapan Kades Jurung, Sulaiman ketika ditemui usai mengahadiri kegiatan di pemkab Bangka, Selasa (11/4/2017).
Dijelaskan Sulaiman, desa yang dipimpinnya memliki produk unggulan, yaitu pupuk kompos dan Jus Pinang. Produk-produk itu sudah dikembangkan melalui kelompok –kelompok yang ada di desa dan hasilnya lumayan untuk menambah kas desa.

“Tentunya lewat pengembangan dari hasil-hasil produk itu, kita harapkan dapat mensejahterakan masyarakat dan tentunya dapat menjadi contoh bagi desa yang lain. Saya hanya berharap pemerintah membantu desa Jurung untuk memberi pembinaan, agar kedepannya lebih baik lagi. Namun sepertinya pemerintah belum maksimal membantu desa Jurung,” tuturnya.

Ditambahkan Sulaiman, bahwa di Desa Jurung perlu ada pasar tradisional modern dan juga terminal. Kalau dua hal itu dapat terpenuhi, maka akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Desa Jurung, khususnya dan umumnya Bangka. Diakui oleh Sulaiman, bahwa pihaknya tetap terus memperjuangkan agar di Desa Jurung dibangun Pasar dan Terminal.

“Tentunya segala sesuatunya sudah kita mulai siapkan. Harapan kita sesegera mungkin pemerintah Kabupaten Bangka tanggap dan segera menyetujui niat warga masyarakat Desa Jurung, saya dengan warga masyarakat tetap terus berjuang untuk memajukan ekonomi di Desa Jurung,” tegasnya.

Menurut Sulaiman, bahwa di desa Jurung ada 500 KK dan rata-rata sekitar 80 % warga menambang timah kecil-kecilan. Kemudian selebihnya ada warga petani, ada yang jadi PNS dan ada juga yang belum memiliki pekerjaan. ‘Tapi saya yakin bahwa desa Jurung akan menjadi desa penyangga ekonomi Bangka,” pungkasnya. (eru).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here