Beranda Nasional Mensos RI : Kita Ingin Mengakhiri Rezim Beda Data

Mensos RI : Kita Ingin Mengakhiri Rezim Beda Data

37
BAGIKAN

Mensos RI : Kita Ingin Mengakhiri Rezim Beda Data‎

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa‎ mengatakan, Kementerian Sosial bertekad, berkomitmen mengakhiri rezim beda data. Ia mengaku sempat ditertawakan soal pendataan fakir miskin ini. Namun dengan keyakinan bisa dilakukan bersama sehingga akhirnya dipastikan bisa.

Disebutkannya, menjadi sangat penting konfirmasi data dari daerah, supaya update data setiap waktu. Validasi data ia nilai sangat mahal. Namun apabila validasi data bisa cepat maka bisa memangkas pengeluaran dalam mencari data yang valid.

“Kita ingin mengakhiri rezim beda data. Yang kita jaga adalah bagaimana penerima bantuan itu tepat jumlah, tepat kualitas, tepat waktu. Diharapkan ada kepastian bagi penerima bantuan,” kata Khofifah dalam kunjungannya ke Kabupaten Bangka, Selasa (4/4/2017) malam.

Ia menjelaskan kalau datang ke Babel membawa 3 kartu. Kartu yang petama digunakan untuk intervensi disabilitas berat. Kartu kedua adalah kartu lansia yang pemegangnya adalah warga lansia kurang mampu di atas 70 tahun. Lansia pemegang kartu bisa datang ke dinas sosial dan bisa diintervensi melalui Dinas sosial yang bisa berbagi. Kartu ketiga adalah Kartu Rastra atau Besar Untuk Keluarga Sejahtera. 

“Kartu ini bagi penerima manfaat bisa menerima beras kualitas medium dan premium. ‎Kita semua berharap tidak ada lagi peluang orang mengurangi bantuan yang semestinya diterima oleh orang penerima manfaat,” katanya.

Ditambahkannya, dulu Penerima Keluarga Harapan (PKH) disebut KSM (Keluarga Sangat Miskin). Atas nama KSM ia mengaku tidak tega karena t‎idak ada orang yang mau miskin atau jadi miskin, semua inginkan sejahtera. ‎Sekarang ini juga untuk Kartu Rastra sudah dikonversi menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

“Maka dalam hal ini kalau penerima manfaat butuh 5 kg beras dia bisa beli beras. Format ini ditemukan dengan proses panjang, kita ingin format dilakukan untuk memudahkan masyarakat. Ini pakai pin karena ATM, kalau kita cek ini bisa dicek saldo elpiji sekian, saldo rastra sekian, dan saldo lainnya. ‎Format BPNT secara tidak langsung menghindarkan masyarakat dari jeratan renternir,” tandasnya.‎ (vna).‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here