Beranda Bangka Pajak Lampu Jalan Dipungut Dari Seluruh Pelanggan PLN‎

Pajak Lampu Jalan Dipungut Dari Seluruh Pelanggan PLN‎

44
BAGIKAN
Lampu Jalan di Simpang Kejaksaan Negeri Bangka yang tampak rusak

SUNGAILIAT – www.kabarbabel.com Pemungutan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) dilakukan seluruh jajaran PLN di semua daerah. Khusus untuk Kantor PLN Ranting Sungailiat PPJU dipungut dan disetorkan secara rutin satu bulan sekali ke kas daerah Kabupaten Bangka.‎

Manajer PLN Rayon Sungailiat  Robert ditanyakan hal ini mengatakan, setiap daerah besaran persentasi PPJU berbeda tetapi tidak lebih dari 10 persen. Besaran tersebut diatur sesuai kebijakan Pemerintah Daerah. Soal lampu jalan diakuinya  tidak ada campur tangan PLN.

“Misalkan di daerah Bangka Tengah 7 persen misalkan ini, di daerah lain bisa sama bisa tidak yang pasti tidak lebih dari 10 persen,” sebut Robert, Jumat (31/3/2017).

Dijelaskannya lagi,  PLN dalam hal ini hanya menghimpun pembayaran dari pelanggan PLN lalu kemudian setiap bulan disetorkan ke pemda.
Bukti setoran tiap bulannya ke pemda ada untuk pajak lampu jalan ini. 

“Memang selama ini ada sebagian orang beranggapan kalau tidak ada lampu jalan itu wewenangnya di PLN, padahal tidak ada sama sekali. Itu ada di pemda, kalau gak salah melalui Dinas perhubungan, sedangkan setoran dari kita ke Dinas Pendapatan,” jelasnya.

Dalam hal ini sepatutnya ada sosialisasi bahwa untuk PPJU itu merupakan kewenangan Pemda karena berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat untuk penerangan lampu jalan.  Semua yang menjadi pelanggan PLN dipungut PPJU, tidak melihat pelanggan subsidi atau tidak subsidi. 

“Untuk pelanggan kita jumlah berubah-rubah karena tiap hari juga ada penambahan, tapi kalau 100 ribu belum sampai,” sebut Robert yang baru menjabat sebagai pimpinan PLN Sungailiat ini.

Sebelumnya, Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Bangka mengingatkan eksekutif Kabupaten Bangka soal Pajak Penerangan Lampu Jalan (PPJU) yang dikeluhkan masyarakat. Fraksi Partai Gerindra melalui salah satu anggotanya, Deasy Arisandy membuat catatan mengenai PPJU‎ yang dinilai belum dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Dalam keseharian kami bersosialisasi dengan masyarakat baik secara langsung maupun melalui beberapa media sosial. Sering kami mendapat keluhan-keluhan serta masukan mengenai kejelasan PPJU ini,” kata Deasy Arisandy belum lama ini.‎

Dijelaskannya, masyarakat mempertanyakan dan mengeluh dengan pengelolaan dana PPJU tersebut yang mana semua orang diwajibkan memberi dan membayar lewat PLN. Masyarakat dalam hal ini mendapat beban PPJU yang besarannya sama dengan masyarakat lain namun terjadi perbedaan saat menikmati penerangan lampu jalan.

“Beberapa daerah masih belum bisa menikmati apa yang telah mereka bayarkan. Bahkan ada yang bilang sering sekali masalah penerangan jalan umum ini dimasukkan dalam Musrenbang akan tetapi selalu gagal dan tidak dikabulkan,” kata ‎Deasy.

Anggota DPRD Bangka Komisi B ini melanjutkan, masyarakat merasa telah membayar kewajiban tetapi dana pajak tersebut tidak tahu lari kemana karena tidak pernah menikmati pajak lampu jalan. Dalam hal ini seharusnya semua masyarakat yang membayar PPJU harus menikmati penerangan lampu jalan di daerah tempat tinggalnya. 

“Kami harap hal ini harus disikapi dengan sebaik-baiknya, berikan penjelasan entah bagaimana itu bentuknya agar tidak ada opini-opini yang menggiring masyarakat kita untuk berfikir negatif,” tegasnya.

Ditambahkannya, PPJU harus segera diselesaikan supaya pemda Bangka tidak mendapat kesan terlalu jauh soal dana tersebut yang lari kemana tanpa kejelasan. Dengan penjelasan diharap masyarakat akan paham mekanismenya. Kondisi lampu jalan memang sejauh ini hanya dinikmati masyarakat perkotaan, sedangkan masyarakat yang ada di pinggiran banyak belum merasakan terangnya lampu jalan.

‎‎Atas masalah ini, Bidang Perhubungan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU), Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Bangka menampik bila pemasangan lampu jalan tidak dilakukan. Saat ini diakui Kepala Dinas PU, Penataan Ruang dan Perhubungan melalui Kepala Bidang Perhubungan, Iskandi terus dilakukan upaya pemasangan hingga ke pelosok wilayah Kabupaten Bangka.

“Tidak benar juga kalau tidak kita pasang, daerah mana saja. Karena sekarang kita juga pasang sampai Penagan, simpang Belinyu dan lainnya,” kata Iskandi.‎

Dikatakannya, memang terjadi pengurangan pemasangan, khususnya pada tahun 2016 lalu, sebab adanya pengurangan anggaran akibat defisit yang terjadi tahun lalu. Untuk tahun 2017 ini baru kembali mulai dianggarkan dan akan dipasang pada sejumlah titik penting di Kabupaten Bangka.

“Setiap kecamatan kami upayakan merata, yang jadi prioritas titik-titik rawan misalkan jalan tikungan, jalan dekat jurang, tebing dan turunan karena itu bahaya jadi diutamakan,” tandasnya.

Diakuinya memang tidak semua lampu jalan bisa diakomidir pemasangannya karena selain keterbatasan dana juga belum seluruh pelosok Kabupaten Bangka terjangkau jaringan tiang PLN. Selama ini pemasangan tetap memperhatikan apakah daerah tersebut dijangkau jaringan PLN.

“Pemasangan harus ada jaringan PLN, kalau tidak ada tidak bisa juga. Karena kita tidak ada anggaran untuk tiang listrik. Anggarannya hanya lampu dan kabel saja yang dipasang pada tiang PLN. Kami akui banyak diusulkan lewat Musrenbang Desa, Kelurahan, Kecamatan soal lampu jalan ini tapi tidak semua bisa kita pasang karena faktor anggaran dan jaringan itu,” tukas Iskandi.

Untuk tahun ini ada sedikitnya 400 titik dipasang lampu jalan yang tersebar pada 8 kecamatan se Kabupaten Bangka. Disinggung soal besaran anggaran untuk pemasangan lampu tersebut Iskandi mengaku kurang tahu. Namun pihaknya berkomiten untuk melakukan pemasangan di seluruh wilayah Kabupaten Bangka agar diterangi lampu jalan.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa anggarkan lagi sehingga semuanya bisa terpasang lampu jalan. Anggaran kita terbatas tidak bisa mengakomodir semuanya. Soal anggaran saya tidak tahu berapa besarannya.
 Kita juga inginkan jalan di Bangka ini terang berderang,” tutupnya. (vna)‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here