Beranda Serba Serbi Soal Penampakan Manusia Kerdil di Aceh ini Penjelasannya

Soal Penampakan Manusia Kerdil di Aceh ini Penjelasannya

41
BAGIKAN

www.kabarbabel.com – Video YouTube dari akun Fredography di atas telah membuat heboh Indonesia, juga dunia. Dalam video yang diunggah pada 22 Maret 2017 itu tampak kemunculan mendadak sesosok manusia kecil membuat seorang pengendara sepeda motor terjatuh. Sosok itu lalu berlari dan menghilang di tengah semak belukar.

Peristiwa itu terjadi di tengah sebuah hutan di Provinsi Aceh. Pengunggah video, Fredo Pastrana, menolak untuk menyebutkan di mana tepatnya ia dan rekan-rekannya yang tengah mengendarai motocross itu bertemu makhluk misterius tersebut.

Dalam akun Facebooknya, Fredo menyatakan, “Demi kelestarian dan kesinambungan alam, terpaksa kami diam.”

Sosok tersebut kemudian ramai dibincangkan dan berbagai spekulasi bermunculan, seiring terus bertambahnya orang yang menyaksikan video tersebut. Hingga berita ini ditulis, video itu sudah ditonton lebih dari 2,5 juta kali.

Salah satu yang kemudian mencuat adalah spekulasi bahwa sosok tersebut merupakan seorang anggota Suku Mante, yang telah lama menjadi legenda masyarakat Aceh.

Mante, yang disebut “orang pendek” atau pigmi, dikisahkan sebagai manusia pertama yang tinggal di kawasan Serambi Mekah tersebut. Mereka dikatakan hidup di kawasan hutan pedalaman dan selalu bersembunyi jika bertemu manusia lain dari luar.

Hingga saat ini belum pernah ditemukan bukti keberadaan suku itu di pedalaman walau menurut Daily Mail, ada catatan dari abad ke-17 bahwa dua orang anggota Suku Mante ditangkap dan diserahkan kepada Sultan Aceh.

Lalu, dalam wawancara dengan Kumparan (27/3), mantan Kepala Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL) Fauzan Azima mengaku pernah melihat anggota Suku Mante, yang tingginya tidak lebih dari 1 meter, di Hutan Leuser, Aceh.

Fauzan menyatakan pada 2004 ia melihat mayat seorang perempuan dari suku tersebut yang tewas karena terjebak perangkap badak. Ia menegaskan Suku Mante bukanlah jenis manusia purba.

“Kalau dari cerita orang-orang kampung, Suku Mante itu orang-orang yang dahulu diusir dari kampung karena membuat kesalahan,” kata Fauzan.

Harian Kompas (h/t Serambi Indonesia) sempat menulis artikel berjudul “Ditemukan Lagi, Suku Mante di Daerah Pedalaman Aceh” pada 18 Desember 1987.

Artikel itu bercerita tentang seorang pawang hutan bernama Gusnar Effendy mengaku menemukan mereka hidup di daerah pedalaman Lokop, Aceh Timur. Ia juga mengklaim pernah bertemu mereka di hutan kawasan di Aceh Tengah dan Aceh Tenggara. Mereka, menurut Gusnar, tinggal di gua-gua yang tersebar di wilayah tersebut.

Sejarawan Aceh, Rusdi Sufi, dalam perbincangan dengan BBC (27/3), mengatakan Suku Mante banyak disebut dalam catatan sejarah masa kolonial sebagai penduduk asli Aceh. Orangnya pendek-pendek dan tinggal di pedalaman, jelas Rusdi.

Tetapi ia yakin suku tersebut sudah punah sejak ratusan tahun lalu dan video yang menangkap sosok tersebut terlalu dibesar-besarkan.

Selain itu, dalam tradisi orang Aceh, sebutan Mante kerap juga ditujukan kepada orang dari pedalaman yang dianggap tidak tahu apa-apa.

Menanggapi video yang beredar ini, pemerintah Aceh menyatakan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk meneliti apakah benar suku tersebut masih eksis di pedalaman.

“Kalau nanti ditemukan jawaban ternyata mereka masih eksis, nanti bisa kita minta dipetakan berapa jumlahnya dan berapa sebarannya,” kata Mulyadi Nurdin, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemerintah Aceh, kepada detik.com (27/3).

Jika terbukti Suku Mante masih ada, Mulyadi mengatakan pemerintah Aceh akan mencoba untuk memperhatikan mereka.

Pigmi, atau kerap disebut Hobbit, juga diketahui pernah bermukim di kawasan Indonesia timur dengan ditemukannya kerangka mereka di Liang Bua, Flores, Nusa Tenggara Timur. Para ahli kemudian memberi mereka nama Homo Floresiensis.

Fosil Homo Floresiensis tertua yang pernah ditemukan berusia 700.000 tahun. Hobbit tersebut, menurut arkeolog Adam Brumm dari Griffith University, Australia, adalah Homo Erectus yang menciut dikarenakan berbagai hal, seperti untuk beradaptasi dengan berkurangnya sumber makanan di tempat mereka tinggal.

Teori lain menyebutkan hobbit berevolusi dari hominini yang lebih tua dan bertubuh lebih kecil seperti Homo habilis atau Australopithecus. (beritagarid/kbc).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here