Beranda Babel Pemuda Matras “Tantang” Calon Gub Babel Tolak Tambang Laut

Pemuda Matras “Tantang” Calon Gub Babel Tolak Tambang Laut

73
BAGIKAN
Pemuda Matras Sungailiat saat menunjukkan penolakan tambang laut beberapa waktu lalu.
Few
Sungailiat – www.kabarbabel.com, Pesta demokrasi untuk Pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan berlangsung pada 15 Februari mendatang. Moment tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi warga Lingkungan Matras, khususnya dari kalangan pemudanya.
Pemuda Matras yang sebagian besarnya sudah mulai berfikir jauh kedepan untuk masa depan Lingkungan Matras, Bangka maupun Babel umumnya sedang menekuni usaha yang sifatnya terus menerus serta dapat diperbaharui. Khususnya dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di pesisir pantai Matras mulai dari perbukitan, pantai, daratan, perairan dan sebagainya.
“Terkait upaya yang terus kami rintis dan sekarang kami tekuni yakni pariwisata, perikanan, kelautan dan lingkungan ini patut mendapat dukungan. Termasuk dari calon gubernur dan wakil gubernur Babel untuk Pilkada sebentar lagi. Untuk itu, ‎Pemuda Matras “menantang” calon kandidat yang berani dan siap untuk menyatakan tolak tambang laut, ntah itu KIP (Kapal Isap Produksi) maupun Kapal Keruk di wilayah Matras dan sekitarnya,” jelas salah satu Pemuda Matras mewakili rekannya dan sebagian besar nelayan Matras, Riesta Praditya, kemarin (12/1/2017).
Dijelaskannya, kenapa hal itu dilakukan, karena Matras membutuhkan “perlindungan”, “pengayoman” dari pemimpin Babel yang nantinya akan mengatur zonasi kelautan, sesuai kewenangan provinsi. Sementara laut Matras adalah masa depan warga setempat untuk menggantung hidup pada sektor pariwisata, perikanan maupun budidaya kelautan lainnya. Pemimpin Babel yang pro Matras untuk pro lingkungan sangat dibutuhkan kedepan nanti.
“Kita butuh calon kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur yang memperhatikan pariwisata dan petani. Jika para calon bersedia dan siap maka akan dibuktikan kesediaannya untuk menolak tambang laut di Matras jika terpilih. Kita sama-sama buat pernyataan di atas materai. Ingat tolak tambang laut di wilayah Matras dan sekitarnya,” tegas pria Lingkungan Matras yang disapa Mandor didampingi rekannya Midun.
Menurutnya, saat ini ancaman tambang laut belum tuntas. Berbagai upaya propaganda dari pihak perusahaan baik “plat merah” maupun swasta masih berusaha mendoktrinkan masyarakat secara bergerilya. Kondisi riil yang ada sekarang juga, dari tempat berlabuhnya perahu nelayan di Pantai Teluk Pikat Matras tampak aktivitas KIP masih berlangsung, walau pun diklaim pihak KIP aktivitas itu‎ di depan muara Air Kantung.
“Saya sendiri sudah muak melihat aktivitas KIP dan Kapal Keruk di depan Teluk Pikat yang jelas-jelas itu wilayah tangkapan nelayan. Kita para pemuda sampai sekarang tetap komitmen tolak KIP dan Kapal Keruk serta tambang lainnya di wilayah laut Matras, tanpa negosiasi,” tandas Mandor yang ikut pergerakan penolakan tambang laut pada Kantor Gubernur Babel tahun lalu.
Menurutnya, pentingnya komitmen calon Gubernur dan Wakil Gubernur Babel yang pro lingkungan, pariwisata karena itu adalah harapan besar terjaganya perjuangan pemuda Matras dalam menolak tambang laut. Apalagi oknum perusahaan tertentu yang mengusahakan KIP kerap merayu warga dengan pemberian kompensasi.
“Selama ini bagi kita kompensasi dan segala hal pun akan kita tolak kalau berkaitan dengan tambang laut. Untuk itu kita akan “tantang” calon gubernur yang benar-benar siap serta komitmen dalam memperjuangkan nasib nelayan kecil, pariwisata, petani, dan lainnya. Jangan cuma diam melihat perjuangan kami,” jelasnya lagi.
Pernyataan ini pun dikeluarkan karena tidak ingin masyarakat, khususnya yang berada di Lingkungan Matras dibodoh-bodohi. Sebab, selama ini pihaknya sudah cukup merasakan suara rakyat setiap ada pemilu kerap “dibeli” ‎yang sebenarnya justru moralnya dibeli.
“‎Kita sudah tidak mau hal-hal itu terjadi di masyarakat kita. Maka kita “tantang” calon yang benar-benar siap, kalo ternyata calonnya siap dan bersedia, kenapa kita tidak memilihnya, toh tujuan kita bukan untuk diri kita sendiri, akan tetapi untuk masyarakat, untuk memajukan wisata, nelayan, petani. Tentunya untuk menjaga kawasan Pantai Matras dan sekitarnya agar terbebas dari penjajah modern,” tutupnya.  (vna).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here